Dasar-dasar Internetworking

Salam hangat bagi kawan-kawan semua, kali ini saya ingin berbagi ilmu kepada kawan-kawan semua, yaitu tentang Dasar-dasar Internetworking. Bagi kawan-kawan yang senang bergelut dalam dunia Jaringan Komputer / Networking, mudah-mudahan artikel ini dapat menambah referensi kawan-kawanku sekalian.Ya . . . . tidak usah bertele-tele lagi, mari sama-sama kita simak tentang uraian artikel ini  :) .

Ilustrasi

Ilustrasi

Network dan Networking telah tumbuh begitu cepat selama ini, satu hal yang dapat dimengerti bahwa Network dan Networking mengalami perubahan yang begitu cepat hanya untuk memenuhi peningkatan pesat dari kebutuhan penggunaan yang mendasar, seperti berbagi printer dan data, belum lagi kebutuhan yang lebih tinggi seperti Video Conferencing. Kecuali jika orang yang ingin berbagi sumberdaya tersebut berada dalam satu lokasi yang sama . Tantangannya adalah bagaimana menghubungkan jaringan-jaringan yang saling terkait tersebut sehingga semua pengguna dapat menggunakan sumberdaya yang ada pada jaringan .

Kondisi lainnya adalah ketika kawan-kawan harus  membagi sebuah Network yang besar menjadi Network yang lebih kecil karena performance Network yang lambat. Sebuah Network yang besar cenderung akan melambat akibat lalu lintas data yang terlalu padat ( Emangnya Di Jalan Raya aja yang pake Lalu Lintas…Di Jaringan Komputer juga ada Lalu Lintas . . . . .), sehingga terjadi apa yang dinamakan Congestion atau kemacetan ( Bisa kawan-kawan analogikan mobil yang banyak dengan jalan yang kecil / sempit). Membagi Network yang besar menjadi Network yang lebih kecil dinamakan Network Segmentation yang bisa dilakukan dengan menggunakan router, switch dan bridge.

Kemungkinan penyebab dari Congestion di lalu lintas jaringan antara lain :

  • Terlalu banyak host
  • Broadcast Storm
  • Multicasting
  • Bandwidth yang kecil

Router digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih jaringan yang berbeda dan bertugas sebagai perantara dalam menyampaikan data antar Network / Jaringan. Secara default, router berfungsi membagi-bagi atau memecah sebuah Broadcast Domain . Broadcast Domain adalah kumpulan dari alat-alat di sebuah segment Network yang menerima semua paket Broadcast yang dikirim oleh alat-alat di segment tersebut.Memecah-mecah atau memisahkan sebuah Broadcast Domain sangatlah penting karena setiap kali host / server mengirimkan Network  Broadcast (Paket data yang dikirim keseluruh host dalam jaringan), setiap peralatan dalam Network harus membaca dan memproses data dari Broadcast tersebut. Ini terjadi kecuali anda mempunyai sebuah router. Ketika interface dari router menerima sebuah paket Broadcast, Ia akan mengatakan ” Tidak , Terima Kasih”, dan mengabaikan Broadcast tersebut tanpa meneruskannya ke Network / Jaringan yang lain.  Selain itu, router juga memisahkan  Collision Domain (Collision adalah kondisi dimana terjadi tabrakan antara data karena berada pada waktu dan tempat yang sama seperti pada sebuah kabel jaringan).

Dua keuntungan menggunakan Router dalam Jaringan adalah :

  • Router secara default tidak meneruskan paket Broadcast
  • Router dapat menyaring Network dengan menggunakan informasi pada layer 3 (Network Layer) seperti alamat IP

Berbeda degan router, Switch tidak digunakan untuk membuat Internetwork tapi digunakan untuk memaksimalkan jaringan LAN. Tugas utama dari Switch adalah membuat LAN bekerja dengan lebih baik dengan mengoptimalkan unjuk kerja (Performance), menyediakan banyak Bandwidth untuk pengguna LAN. Tidak seperti halnya router, Switch tidak meneruskan paket ke Jaringan lain, switch hanya menghubungkan frame dari port satu ke port yang lain di dalam jaringan dimana dia berada.

Secara default, Switch memisahkan Collision Domain, Istilah Collision Domain adalah istilah di dalam Ethernet yang menggambarkan sebuah kondisi Network  dimana sebuah alat mengirimkan paket pada sebuah segment Network, kemudian memaksa semua alat lain di segment tersebut untuk memperhatikan paketnya. Pada saat yang bersamaan , alat yang berbeda mencoba untuk mengirimkan paket yang lain, yang mengakibatkan terjadinya Collision (Tabrakan). Paket yang dikirim menjadi rusak, akibatnya semua alat harus melakukan pengiriman ulang paket yang rusak tadi. Sebuah kondisi yang sangat tidak efisien, situasi ini biasanya terjadi dilingkungan yang menggunakan HUB. PERLU DI INGAT BAHWA SWITCH BERBEDA DENGAN HUB, dimana setiap segment terhubung ke sebuah HUB yang dikatakan mempresentasikan hanya satu Collision domain dan satu broadcast domain. Berbeda dengan HUB, Setiap port pada Switch mempresentasikan Collision domainnya masing-masing.

Banyak yang mencampuradukan istilah Bridge dengan Switch. Sangat bisa dimaklumi karena baik bridge  maupun switch pada dasarnya melakukan hal yang sama, yaitu memisahkan collision domain pada LAN. Jadi apakah ini berarti switch pada dasarnya adalah bridge dengan jumlah port yang lebih banyak dan pintar? Kurang lebih memang demikian, tapi dengan beberapa perbedaan. Switch memang memberikan fungsi yang sama dengan Bridge, tapi switch melakukan semuanya dengan peningkatan kemampuan manajemen dan fungsi tambahan yang lebih baik. Di tambah lagi, bridge pada umumnya hanya mempunyai dua atau empat port.

Rancangan Network terbaik adalah pemggunaan Switch dengan router yang di konfigurasikan dan ditempatkan berdasarkan kebutuhan. Semoga penjelasan dalam artikel ini dapat bermanfaat bagi kawan-kawan sekalian. Trim’s atas kunjungannya :)

About the author

Pantang tolak tugas, Pantang tugas tak terselesaikan , Pantang Ulur Waktu dan Yakin Usaha Sampai . . . . . .