Router

router device

Router

Setelah sekian lama, akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan memposting artikel yang saya rasa dapat berguna bagi para pembaca sekalian. Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba untuk berbagi ilmu tentang “Jaringan Komputer”. Yang akan saya angkat pada artikel kali ini yaitu tentang ROUTER….

Kawan-kawan mungkin sebagian akan bertanya, sebenarnya jenis makanan apa sih router ini..hmm.. ternyata router merupakan suatu atau salah satu device yang juga dibutuhkan dalam suatu jaringan komputer. Lalu fungsinya untuk apa?? Fungsi router yang paling mendasar yaitu untuk menghubungkan dua buah atau lebih jaringan yang berbeda. Misalnya ada 2 buah LAN, LAN pertama menggunakan Alamat Network 10.0.0.0 (Kelas A) dan LAN kedua menggunakan Alamat Network 200.200.200.0 (Kelas C), tentu saja apabila salah satu host yang berada pada LAN 1 angin berkomunikasi dengan salah satu host yang berada pada LAN 2 tidak akan bisa untuk berkomunikasi apabila kita menggunakan consentrator (SWITCH/HUB),dikarenakan kedua buah LAN tersebut menggunakan 2 Alamat Network yang berbeda.

Jadi untuk mengatasi masalah diatas, digunakanlah yang namanya Router, sebagai penghubung atau jembatan agar kedua LAN yang memiliki 2 buah alamat yang berbeda tadi dapat saling berkomunikasi dan saling bertukar data. Dibawah ini merupakan contoh koneksi 2 buah LAN yang diceritakan diatas tadi.

Koneksi Router

Koneksi Router

Mungkin kawan-kawan sekalian pernah mengenal yang namanya OSI (Open System Interconnection) layer….ada 7 lapisan dalam OSI layer, yaitu secara berurut mulai dari lapisan yang paling bawah yaitu Physcal layer, Data Link layer, Network Layer, Transport Layer, Session Layer, Presentation Layer dan Aplication Layer..

Nah…sekarang yang menjadi pertanyaan..di layer manakah yang namanya ROUTER itu bekerja..Pada OSI layer yang telah disebutkan di atas, Router bekerja di layer ke tiga yaitu layer Network. Mengapa di layer ke tiga? Karena router sendiri sudah mengenal yang namanya IP. Sehingga ketika paket data melewati sebuah router, maka paket tersebut akan diterima oleh interface router, alamat IP tujuan akan diperiksa. Jika paket tidak ditujukan untuk router tersebut, maka router akan melakukan pengecekan alamat network tujuan pada routing table yang dimilikinya. Pada saat router memilih interface keluar untuk paket tersebut, paket akan dikirim ke interface tersebut untuk di bungkus menjadi frame data dan dikirimkan keluar jaringan lokal. Jika router tidak menemukan entri tujuan untuk paket, maka paket tersebut akan dibuang.

Dalam proses diatas tadi, tidak lepas juga dari yang namanya Routing IP, yaitu suatu proses memindahkan paket dari suatu network ke network lain dengan menggunakan router. Selain itu juga ada yang namanya Routing Prototco, yaitu digunakan oleh router untuk secara dinamis menemukan sebuah network di sebuah internetwork, dan memastikan semua router memiliki routing table yang sama. Pada dasarnya, sebuah routing protocol menentukan jalur (path) yang dilalui oleh sebuah paket melalui sebuah internetwork. Contoh dari routing protocol adalah RIP, IGRP, EIGRP, dan OSPF.

Jadi setelah sedikit penjelasan diatas, saya harap kawan-kawan semua yang membaca, dapat menarik kesimpulan dan dapat memahami tentang fungsi sebenarnya dari router. Dan mudah-mudahan dapat berguna bagi para pembaca sekalian.

Terima kasih…..tetap semangat , Yakin Usaha Sampai…dan Good Luck untuk semuanya. OK.

Sumber : http://herman-it.blogspot.com/2009/08/router.html

About the author

Pantang tolak tugas, Pantang tugas tak terselesaikan , Pantang Ulur Waktu dan Yakin Usaha Sampai . . . . . .